Archive for November 2013
Review : Assassin's Creed IV: Black Flag
Belum begitu lama Assassin's Creed III diluncurkan, para gamers sudah dikejutkan kembali dengan hadirnya sekuel terbaru dari seri Assassin's Creed, yaitu Assassin's Creed IV: Black Flag. Rumor mengenai sekuel terbaru itu, telah digembor-gemborkan sejak awal tahun tepatnya pada bulan Februari 2013, sedangkan rilisnya Assassin's Creed III dilakukan pada bulan Oktober 2012. Sehingga dapat disimpulkan, Ubisoft memang sudah mempersiapkan sekuel baru tersebut dan sudah sangat berniat untuk mengejutkan para gamers khususnya fans dari seri game Assassin's Creed.
Assassin's Creed IV: Black Flag memiliki setting waktu pada abad ke-18 dan memperkenalkan assassinbaru bernama Edward Kenway, pemuda Inggris yang haus akan bahaya serta petualangan. Edward akan berpetualang sebagai prajurit Royal Navy sampai bajak laut, diantara keadaan perang kerajaan yang besar. Edward yang digambarkan sebagai bajak laut bengis dan petarung yang berpengalaman, terperangkap dalam pertempuran antara kaum assassins dan templars. Bajak laut terkenal seperti Blackbeard dan Charles Vane dapat para gamers lihat di dalam game ketika telah berpetualang ke seluruh wilayah Hindia Barat. Sehingga Assassin's Creed IV: Black Flag ini akan membawa para gamers ke dalam masa-masa kejayaan para bajak laut yang sering disebut "Golden Age of Pirates".
Assassin's Creed IV: Black Flag akan menghadirkan 50 tempat berbeda di dalam game, seperti Kuba, Bahama, Nassau dan Florida Selatan, serta sejumlah area seperti hutan, kuil reruntuhan Suku Maya dan kuburan bangkai kapal di bawah laut. Gameplay sekuel terbaru dari seri game Assassin's Creed itu tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, pemain masih akan bertarung dengan memanfaatkan berbagai senjata khas assassin dan menghabisi musuh secara sembunyi-sembunyi.
Di dalam game Assassin's Creed IV: Black Flag, para pemain tidak akan lagi bermain sebagai Desmond Miles di dunia nyata, karena cerita tentang Desmond telah selesai di Assassin's Creed III. Kali ini, para pemain akan berperan sebagai salah seorang karyawan di Abstergo Entertainment yang melakukan analisa untuk mengetahui cerita dari karakter Edward Kenway yang merupakan ayah dari Haytham Kenway, kakek dari Ratonhnhake:ton dan ancestor Desmond Miles. Para gamers dapat mengetahui bagaimana cuplikan video yang menampilkan telah meninggalnya karakter Desmond Miles pada menu Subject 17 yang ada di dalam game Assassin's Creed IV: Black Flag.
Seperti yang telah para gamers ketahui, berperan sebagai Edward Kenway kalian dituntut untuk ahli dalam menjadi seorang assassin sekaligus sebagai seorang kapten kapal. Terbiasa menggunakan kapal perang di Assassin's Creed III tentu saja akan sangat membantu para gamers saat berpetualang diAssassin's Creed IV: Black Flag, karena era bajak laut akan memaksa para gamers untuk bisa mengendalikan kapal dengan lihai sambil memperhatikan arah angin dan ombak, sekaligus menjatuhkan kapal musuh dengan meriam saat terjadi perang di lautan.
Grafis lingkungan di dalam game tentu saja terlihat sangat detail, apalagi Assassin's Creed IV: Black Flagakan masuk juga ke konsol next-gen, jadi beberapa engine tambahan yang mendukung grafis sudah pasti ditambahkan oleh Ubisoft, seperti sea engine, weather system dan global illumination lightning. Gamers dapat melihat sendiri didalam game, bagaimana semuanya hadir dengan begitu detail, dari karakter NPC, penduduk, pedagang, tentara dan hewan-hewan semua terlihat sangat hidup. Bahkan, latar belakang lingkungan seperti lautan lepas, pantai, pepohonan, perumahan dan alam semua terlihat begitu nyata.
Dari segi kemampuan menjadi seorang assassin, berbagai jenis aksi stealth akan gamers temukan saat memainkan Edward Kenway dan melalui alur ceritanya, seperti Berzerk Dart, Blow Pipe, Hidden Blade, Sleep Dart, Smoke Bomb hingga Stalking Zone. Tentu saja kemampuan-kemampuan tersebut akan membantu gamers dalam menjalankan setiap misi di dalam game Assassin's Creed IV: Black Flag.
Lebih banyak bermain di lautan lepas bersama kapalnya, Edward Kenway akan membawa para gamers menjadi seorang pelaut yang sangat ulung. Para gamers akan merasakan aksi-aksi baru di Assassin's Creed IV: Black Flag, seperti aksi menombak ikan hiu, serta petualangan di bawah laut yang mempertemukan gamers dengan bahaya dari ikan hiu, belut laut, ubur-ubur, landak laut dan lain-lain. Dikarenakan berada di masa Golden Age of Pirates, maka para pemain tidak akan menemukan alat masker oksigen, namun nafas karakter pemain dapat diukur melalui tanda yang ada di layar, serta sumber oksigen dapat ditemukan melalui "kantong udara" dan "alat khusus barel udara" yang ada di area bawah laut.
Saat sedang menjalankan misi di Assassin's Creed IV: Black Flag, Kotakers jangan kaget jika tiba-tiba suasana yang terang benderang menjadi gelap seketika. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perubahan waktu yang terjadi seperti layaknya dunia nyata sehingga menambah kesan nyata meskipun di dalam permainan. Selain menjalankan misi utama, di Assassin's Creed IV: Black Flag, para gamers juga akan menemukan misi sampingan yang berguna untuk mencari uang di dalam game tersebut. Masih sama seperti sebelumnya, mencari uang tidak hanya dari misi, kalian bisa mencuri dan menemukan harta karun yang berlimpah yang tersembunyi di dalam game Assassin's Creed IV: Black Flag.
Serunya setiap cerita di mode single player tentu saja tidak dapat dipungkiri lagi, namun Ubisoft menambahkan satu mode lagi untuk dapat para gamers mainkan menggunakan koneksi internet, yaitu mode multiplayer. Dalam mode multiplayer, para gamers akan merasakan menjadi seorang assassin yang dibagi menjadi dua tim sehingga dapat memilih karakter yang ingin digunakan, mulai dari Lady Black atauThe Rebel. Selain itu, para pemain juga dapat mengubah gaya setiap karakter, senjata dan pergerakan dalam penyerangan.
Kesimpulan Review: Assassin's Creed IV: Black Flag





80KOTAKGAME RATING
- (+) KELEBIHAN
- Jalan cerita yang lebih seru
- Grafis yang sangat baik
- Penggabungan antara FMV dengan game sangat baik
- Latar belakang lingkungan dan bangungan sangat nyata
- Suara karakter NPC terdengar sangat jelas
- Misi utama dan sampingan menambah seru permainan
- Teknik bertarung yang sangat mengagumkan
- Banyaknya pilihan senjata yang dapat dipergunakan
- Petualangan bawah laut yang lebih menantang
- (-) KEKURANGAN
- Kesan assassin di dalam game semakin berkurang
- Gameplay terlalu membosankan
Secara keseluruhan, Assassin's Creed IV: Black Flag memang tidak banyak menghadirkan hal baru dari segi gameplay. Namun, pergantian karakter di dunia nyata yang sudah tidak diperankan oleh Desmond Miles membuat Kru KotGa menjadi sedikit canggung untuk memainkannya diawal permainan, karena dari seri sebelumnya Desmond Miles lah yang berperan penting sebagai Animus di dalam seri game Assassin's Creed. Hanya saja, beberapa penambahan dari segi fitur dan cerita lah yang membuat Kru KotGa menjadi semakin penasaran sekaligus tertarik untuk terus berpetualang di dalamnya.
Assassin's Creed IV: Black Flag telah dirilis untuk PlayStation 3, Xbox 360, Wii U, PC dan akan menyusul dikemudian hari untuk konsol next-gen.
Download Assassin's Creed IV: Black Flag (REPACK)
It is 1715. Pirates rule the Caribbean and have established a lawless pirate republic. Among these outlaws is a fearsome young captain named Edward Kenway. His exploits earn the respect of pirate legends like Blackbeard, but draw him into an ancient war that may destroy everything the pirates have built.
System Requirements :
OS : Windows Vista / 7
CPU : Intel Core 2 Quad Q6400 2.13GHz / AMD Athlon II X4 620
VGA : Nvidia GeForce GTX 260 / AMD Radeon HD 4870
RAM : 2 GB
DirectX : DX 10
HDD Space : 30 GB
Screenshots :
Download (5.3 GB) :
Password : www.blackboxrepack.com
Solid Snake Klasik Kembali di MGS V: Ground Zeroes
Bertepatan dengan rilis resmi konsol Playstation 4 di Amerika Serikat, Kojima juga mengkonfirmasikan kehadiran konten eksklusif MGS V: Ground Zeroes untuk Playstation 4 dan Playstation 3. Para gamer deengan konsol Sony ini akan mendapatkan ekstra misi baru bernama “Deja Vu Mission”. Menariknya? Anda akan berperan sebagai Solid Snake klasik dari seri MGS pertama dengan bentuk polygon dan desain yang tetap sama. Sebuah trailer pendek yang dirilis juga memperlihatkan bentuk para tentara musuh yang juga mendapatkan perlakuan serupa. Salah satu karakter klasik – Donald Anderson juga diperlihatkan di sini.
Sumber : Jagatplay
Review FIFA 14
Mengapa tim nasional Spanyol saat ini dapat dikatakan sebagai raja sepakbola? Mudah, mereka berhasil memenangkan tiga kejuaraan besar berturut-turut – satu Piala Dunia dan dua Piala Eropa - dalam kurun waktu enam tahun. Hal yang sama juga terjadi di dunia virtual, dimana FIFA dalam empat tahun terakhir secara pelan-pelan berhasil menarik sebagian besar penggemar sepakbola untuk memilih game mereka daripada PESkeluaran Konami. Dan pada tahun ini, FIFA 14 menggarisbawahi status franchise itu sebagai penguasa lapangan hijau di generasi sekarang.
Sebenarnya FIFA 14 tidak memberikan banyak tambahan. Apabila pada seri-seri sebelumnya kita diperkenalkan oleh sejumlah fitur baru - Tactical Defending, First Touch, Player Impact Engine - maka kali ini mereka hanya membangun di atas fitur-fitur tersebut. Perubahannya memang sangat kecil, dan bahkan dapat dikatakan tidak terlalu kelihatan, namun tetap berhasil meningkatkan kualitas pengalaman bermain.
Kali ini EA Sports lebih banyak bermain dengan animasi pemain dengan membuat pergerakan dan interaksi - antar pemain dan bola - terasa lebih natural. Mereka tidak hanya bergerak seperti pemain yang sering kita lihat di layar televisi, tetapi menggerakkannya pun terasa nyata. Dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, pemain kini lebih terasa sebagai wujud fisik yang memiliki bobot. Pemain bergerak sedikit lebih lambat dan berat karena momentum memiliki andil. Lihat cara mereka menggeser momentum badan ketika mengubah arah giringan atau membangun momentum pada saat lari. Ya, mungkin pada awalnya semua ini terkesan dangkal, namun seiring waktu akan berdampak pada cara atau gaya kamu bermain.
Salah satu dampak yang dimaksud adalah ketika menggiring bola. Menggunakan istilah Precision Movement, seakan-akan setiap langkah sungguh berarti. Menggiring bola tidak pernah senyaman sekaligus senyata ini. Salah satu contoh terlihat bagaimana pemain dapat menggiring menggunakan kaki bagian luar atau dalam, tergantung dengan kemampuan mereka. Dan dengan fitur Protect the Ball, kini kamu dapat menjaga bola atau posisi secara manual ketika menggiring atau menerima bola. Fitur ini membuat permainan fisik lebih terasa dan berarti.
Tidak hanya pergerakan pemain saja, pergerakan bola pun juga disempurnakan. Bola tidak lagi menempel pada kaki, bergerak lebih bebas, dan memantul seperti bola asli. Pergerakannya lebih sulit ditebak, khususnya ketika ditembakkan ke gawang. Ini disebut dengan Pure Shot. Kamu dapat melihat lebih banyak cara baru bola masuk ke dalam gawang. Itu ditentukan oleh timing, antisipasi, dan posisi pemain ketika menembakkan bola.
Dari semua yang dilakukan oleh EA Sports pada seri ini, AI mengalami peningkatan yang paling mengesankan. Kini teman sesama tim kita jauh lebih pintar dalam mengambil keputusan, entah pada saat menyerang atau bertahan. Menakjubkan sekali bagaimana mereka dengan pintar bergerak untuk mencari posisi. Sebagai pemegang bola, kamu akan memiliki banyak opsi dan membuat serangan lebih mengalir. Dan ketika bertahan, mereka akan bergerak dan menjaga pemain lain yang berada di luar pandanganmu.
Gameplay memang mendapatkan perubahan yang positif, namun tidak bisa dikatakan yang sama untuk bagian grafis. Entah itu model pemain, stadion, ataupun presentasi sebelum dan sesudah pertandingan, semuanya hampir sama dengan tahun lalu. Namun, EA Sports memang merombak user interface yang kini menyerupaidashboard Xbox 360 dan terlihat lebih modern.
Di luar lapangan hijau, FIFA 14 memiliki kedalaman yang memuaskan. Seperti biasa, seri ini dilengkapi oleh banyak sekali pilihan mode. Dari semuanya, terdapat dua mode yang mendapatkan perubahan yang menarik perhatian.
Pertama adalah sistem Chemistry yang diterapkan pada FUT. Sistem ini bagaikan sebuah elemen RPG dimana kamu dapat menentukan gaya bermain permain yang nantinya akan menambahkan atributnya. Seperti “Engine” yang menambahkan nilai pace, dribble, dan passing, atau “Powerhouse” yang memberikan manfaat kepadadefending dan passing. Secara keseluruhan, FUT tetaplah adiktif.
Kemudian Career versi manager beralih fokus ke transfer dan pencarian pemain dengan penambahan Global Transfer Network. Fitur ini berfungsi untuk mengetahui bakat dan kemampuan seorang pemain. Perlu diketahui bahwa kini statistik pemain di luar timmu tidak akan diketahui (kecuali pemain yang memiliki reputasi sangat tinggi), oleh karena itu kamu perlu melakukan scouting terlebih dahulu menggunakan GTN. Pencarian bakat terpendam juga terasa jauh lebih mudah berkatnya. Cukup disayangkan fitur ini membuat navigasi di user interface menjadi berat sehingga akan seringkali membuatmu frustasi.
Permainan online tidak berbeda jauh dibandingkan sebelumnya. Season diperuntukkan bagi kamu yang menginginkan ranked match, kemudian 11v11 Pro Club juga kembali, serta masih co-op season, 2v2, danfriendly seperti biasa.
Sumber : VGI
Download F1 2013 (Repack)
Make history in FORMULA ONE! F1 2013 features all the cars, stars and circuits from the 2013 FIA FORMULA ONE WORLD CHAMPIONSHIP plus, for the first time, classic content. F1 Classics is an expansive new game mode in which you’ll race legendary drivers in famous cars on iconic circuits from the 1980s. This classic content can also be played in a range of modes including split-screen and online multiplayer.
System Requirements:
OS : Windows Vista/7
CPU : Intel Core 2 Duo E6600 2.4GHz / AMD Athlon 64 X2 Dual Core 4800+
VGA : NVIDIA GeForce 8600 GT / AMD Radeon HD 2600 Pro
RAM : 2 GB
DirectX : DX11
HDD Space : 15 GB
Screenshot :
Download (2.95 GB) :
Pass : www.blackboxrepack.com
DICE: COD Bukan Saingan Utama Battlefield!
Gila? Mungkin saja. Namun General Manager DICE LA – Frederik Loving punya argumen yang lain terkait pernyataannya ini. Tidak membantah bahwa Call of Duty adalah kompetitor langsung dari Battlefield, Loving justru menyoroti eksistensi “musuh utama” yang bahkan jauh lebih mengancam – HBO dan Spotify, dua layanan hiburan yang bergerak di luar industri game. Loving menyatakan bahwa dua produk ini memang terbukti sebagai layanan yang cukup untuk membuat individu untuk meluangkan waktu yang banyak. Hasilnya? Semua individu ini akan melupakan produk bernama “Battlefield 4”, yang akhirnya menggagalkan rencana DICE untuk menjaring lebih banyak calon konsumen. Lebih berbahaya daripada “sekedar” Call of Duty.
DICE mengakui bahwa beragam layanan di luar industri game sekelas HBO atau Spotify justru jauh lebih mengancam eksistensi Battlefield, daripada Call of Duty.
|
Bercermin dari apa yang disebut Loving, bagaimana dengan Anda sendiri? Produk atau aktivitas di luar industri game apa yang seringkali membuat Anda teradiksi dan akhirnya melupakan gaming itu sendiri?
Sumber : Jagatplay
Call of Duty: Ghosts Gagal Imbangi Popularitas GTA V
Untuk pertama kalinya selama beberapa tahun terakhir ini, Activision bungkam seribu bahasa satu hari setelah Call of Duty terbaru dirilis. Jika melihat kebiasaan tahun sebelumnya, sang CEO – Bobby Kotickbiasanya akan membanggakan penjualan perdana super fantastis dengan angka mencapai ratusan juta hingga milyaran dollar. Besar kemungkinan, pencapaian tersebut akhirnya dipatahkan oleh game andalan Rockstar – GTA V yang resmi diluncurkan bulan September lalu. Dengan tujuh buah rekor dunia dan angka penjualan yang sangat fantastis, Ghosts tampaknya tidak banyak berkutik. Walaupun angka penjualan resmi belum dirilis, namun popularitas game FPS ini dipastikan kalah dari GTA V.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang penuh dengan angka-angka fantastis dari Activision setiap kali seri COD diluncurkan, tahun 2013 ini Ghosts tampaknya tidak mampu berbuat banyak. Game terpopuler di sisi penjualan, dengan angka yang super fantastis, tetap jatuh di tangan GTA V.
|
Apakah ini berarti industri game sudah mulai muak dengan Call of Duty sebagai franchise tahunan? Ataukah ini hanya dampak dari penantian rilis versi Playstation 4 dan Xbox One yang memang disertakan dalam satu bundle? Satu yang pasti, ucapan selamat dan sembah untuk GTA V yang akhirnya berhasil memosisikan diri sebagai game dengan keberhasilan penjualan tertinggi di tahun 2013 ini. Even Call of Duty can’t beat you..
Sumber : Jagatplay.com
Sumber : Jagatplay.com